Sebuah Perjalanan Sendiri

Jadi kemaren lusa saya pergi jalan-jalan sama teman ke daerah Limbangan, di Garut. Perjalananya dilakukan malam hari dan dengan lokasi tujuan entah kemana(emang sih parah nggak ngasih tau lokasi, perjalanannya malam, tracknya lumayan susah lagi). Nah bodonya saya belum makan, dan kelaperan jadi saya memisahkan diri saja dari rombongan untuk makan toh nanti bisa minta share location. Namun tidak semudah itu Fergusoo.

Karena tidak jelas mau kemana ditambah tidak bisa selalu liat map di hp saya kesasar 3 kali dan masuk lubang 2 kali(untung nggak jatuh). Namun bukan itu yang saya ingin ceritakan disini bukan makna kesasar ataupun masuk lubang, Namun, suatu pemaknaan melintansi hutan gelap tanpa lampu jalan sendirian jauh lagi. Mirip-mirip suasana horror gitu lah.

Tidak ada yang tau kapan dan dimana dirinya akan mati. Kematian layaknya suatu misteri yang tak akan pernah bisa dipecahkan. Peluang kita mati pun sama dimanapun kita berada. Hanya saja penyadaran kita selama ini akan peluang yang sama saja membuat kita terlupa akan kematian. Peluang anda mati sekarang membaca ini sama saja. Bisa saja anda terkena serangan jantung, runtuhan gempa, meteor dan lain-lain. Kita terlalu banyak mengisi kesibukan dengan hal-hal yang lain. Sehingga lama-lama kita menjadi lupa akan kematian.

Di pinggir jalan terlihat pohon, hitam, ngeri. Namun saya sadar, apa yang akan terjadi setelah saya mati nanti saya tidak tau.  Mungkin lebih angker dari pada saya saya alami. Itulah yang menguatkan saya selama perjalanan. Bahwa kengerian kehidupan sekarang tidak ada apa-apanya dengan kehidupan akhirat nanti, Kengerian setelah saya mati. Pada saat kemaren saya masih bisa memikirkan solusi-solusi bila mana terjadi hal yang tidak diinginkan seperti motor mogok atau kecelakaan, tinggal pergi kerumah warga dan menginap  atau mencoba menghubungi teman lewat hp walau kondisi kritis. Untuk arah kemana pun masih ada solusi bisa minta teman yang dimobil untuk ngasih tau lokasi terkini(ini emang parah sih ketuanya nggak ngasih tau kesiapapun tujuannya, bahkan ke orang dalam mobil). Namun saat diakhirat nanti semua solusi diisi dengan ketidaktahuan. Saya tidak tau harus bagaimana, solusi apa yang dapat saya lakukan ditengah kengerian setelah mati yang saya sendiri tidak tau dengan jelas apa yang akan terjadi.

Kehidupan yang kita jalani selama ini hanyalah sementara. Saat mati kita akan meninggalkan keluarga, teman, harta dan pergi sendiri bersama kematian entah kemana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Tahu Mau Tahu